Items filtered by date: August 2010
Perusahaan Startup Foodspotting Sukses Mendapat Dana USD 750.000 Dari Angel Investor
Foodspotting didirikan pada 2009 di San Fransisco oleh Alexa Andrzejewski dan Ted Grubb, serta Soraya Dorabi, seorang maven di dunia social media, yang bergabung dengan perusahaan awal tahun ini. Tidak seperti Yelp, layanan berbasis review, di mana pengguna dapat memposting review positif atau negatif dari restoran dan lokasi lainnya. Dalam beberapa cara, layanan ini hampir mirip dengan Foursquare, yang memberikan tips tentang lokasi (fitur tips merupakan fitur favorit pengguna Foursquare) sebagai aplikasi terpisah dan mandiri.
Aplikasi Foodspotting untuk iPhone
Babak Awal Angel Fund
Menurut Techcrunch, sekelompok angel-investor telah memutuskan untuk menaruh uang mereka di Foodspotting degan jumlah USD 750.000 di babak awal atau seed round. Mantan eksekutif Google, Aydin Senkut (Felicis Ventures) memimpin para angel-investor seperti Dave McClure (500 Startups Fund), Shana Fisher (High Line Venture Partners), Zelkova Ventures, dan 2020 Ventures untuk menempatkan dana tersebut. Investor individu lain juga terlibat seperti Dave Morin (Path), Steve Lee (Google Latitude), Derek Duke (Dipity), dan Dan Martell (Flowtown).
Dari dana tersebut, perusahaan melakukan re-launched Foodspotting versi 2.0 yang secara umum tetap sama penggunaannya dengan versi sebelumnya tetapi telah dilakukan perbaikan sehingga jauh lebih baik. Selain platform iPhone, perusahaan telah membuat platform Foodspotting untuk android. Dengan versi 2.0 pengguna dapat mengambil photo dan memanfaatkan layanan geotagging. Perusahaan juga menggunakan dana tersebut untuk mempekerjakan Soraya Darabi untuk mengepalai business development, Fiona Tang untuk mengepalai marketing, Marc Powell untuk membuat aplikasi iPhone, dan Amy Cao untuk mengelola para blogger khusus makanan.
Kerjasama dengan Travel Channel dan Zagat
Foodspotting menjalin kerjasama kemitraan atau partnerships dengan media TV ternama di bidang wisata, Travel Channel. Operasional saluran TV tersebut dibawah nama Discovey Travel & Living. Alexa Andrzejewski, CEO Foodspotting, mengatakan bahwa Foodspotting dirancang untuk orang-orang agar dapat berbagi foto dan menjelaskan makanan favorit mereka. Pengguna dapat login ke layanan ini, kemudian melihat peta lokasi untuk mencari lokasi terdekat dari makanan hasil rekomendasi teman-teman dan pengguna lain. Kerjasama Foodspotting dengan Travel Channel memungkinkan pengguna untuk memeriksa puluhan kota untuk mengunjungi 100 tempat makanan favorit chef Anthony Bourdain. Kerjasama kemitraan lain yang dilakukan oleh Foodspotting adalah dengan Zagat. Nama Zagat saat ini dikenal sebagai perusahaan survey, pemeringkatan, review khusus restoran, yang kemudian menjadi panduan bagi para pecinta-makanan. Panduan Zagat dikemas dalam bentuk buku, software, aplikasi mobile phone dan langganan berbayar melalui web. Dua kerjasama tersebut meningkatkan layanan fitur Foodspotting bagi pengguna.
Tampilan Foodspotting
Sebagai perusahaan startup, keberhasilan Foodspotting mendapatkan dana sejumlah USD 750.000 dari angel-investor di babak awal tidak hanya karena keunikan fitur saja. Strategi dan perluasan ide di masa depan tentu menjadi penilaian tersendiri bagi investor. Perusahaan sudah berpikir tentang perluasan ide di luar makanan dengan membeli domain goodspotting.com dan sightspotting.com untuk layanan lain yang mereka rencanakan di masa depan. Andrzejewski tidak menjelaskan terlalu banyak untuk hal ini karena saat ini fokus dengan pengembangan Foodspotting. Keputusan perusahaan berintegrasi dengan situs geotagging lain seperti Foursquare dan Facebook Places tentu merupakan keputusan strategis bagi pertumbuhan bisnis Foodspotting.
Tidak sedikit pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia berbagi foto makanan, menulis review restoran, rekomendasi makanan dan informasi letak restoran. Statistik menunjukan bahwa Indonesia adalah salah satu negara pengguna Facebook dan Twitter terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia terkenal kaya akan keragaman makanan khas dan memiliki wilayah geografis yang luas. Dengan fakta tersebut, apakah Foodspotting akan sukses di Indonesia? Atau ada perusahaan startup lokal di Indonesia yang akan mengikuti kesuksesan Foodspotting?
Rencana IPO Hulu Memperkuat Tren Bisnis dan Investasi Digital Content
Rencana IPO Hulu akan menjadi salah satu perkembangan yang paling signifikan bagi perusahaan dalam perjalanan bisnis tiga tahun terakhir. Hulu didirikan sebagai perusahaan patungan dari News Corporation, Walt Disney Company, NBC Universal dan perusahaan private equity, Providence Equity Partners, Hulu didirikan dengan tujuan untuk menjadi penyeimbang bisnis video online yang didominasi YouTube.
YouTube, pemimpin bisnis video online di dunia saat ini, berdasarkan data dari comScore pengguna YouTube bulan Juni 2010 adalah 144.500.000. Pada tahun 2006, YouTube diakuisisi oleh Google dengan nilai sekitar USD 1,65 milyar. Namun para analis menilai bahwa akuisisi tersebut tidak menguntungkan, meskipun tahun ini diperkirakan bahwa layanan YouTube tetap akan menghasilkan profit.
Dipimpin oleh Jason Kilar, seorang eksekutif mantan Amazon.com, Hulu telah tumbuh menjadi salah satu situs terbesar video online. Konten Hulu disukung oleh sebagian besar jaringan TV utama dan studio film. Hulu yang menempati posisi kedua setelah YouTube dalam bisnis video online hanya memiliki jumlah pengguna sekitar 24 juta. Tetapi Hulu tampaknya membuat langkah besar dalam meningkatkan daya tarik untuk pengiklan. Layanan Hulu telah menarik 566 juta iklan pada bulan Juni, menurut comScore, angka tersebut adalah angka tertinggi di antara perusahaan layanan video online dan lebih dari dua kali lipat dari jumlah iklan di YouTube.
Hulu juga menawarkan model berlangganan yang tradisional, sebagai antisipasi jika bisnis yang didukung iklan tersebut tidak menghasilkan pendapatan yang cukup. Musim panas ini, perusahaan meluncurkan Hulu Plus, sebuah layanan berlangganan dengan nilai USD 9,99 per bulan. Layanan Hulu Plus akan memberikan akses bagi pelanggan ke acara TV dan video yang tersedia pada perangkat seperti iPhone, iPad dan pemutar Blu-ray.
Rencana IPO Hulu melengkapi perkembangan terkini bisnis digital content dan social media online setelah rencana IPO oleh Facebook dan Skype. Ditambah lagi rencana IPO dari Demand Media, sebuah penerbit artikel dan video berdasarkan permintaan mesin pencari atau search engine. Investasi yang dilakukan Temasek di perusahaan video online, Tudou, tidak tertutup kemungkinan dilanjutkan dengan aksi korporasi yang sama oleh Tudou, yaitu IPO. Prospek bisnis yang sangat baik, fakta perkembangan terkini yang dinamis dan perhatian investor yang tinggi, menimbulkan pertanyaan : apakah tren masa depan bisnis dan investasi di dunia terletak pada perusahaan digital content dan social media online?
Aksi Pesaing Bisnis VoIP Mengancam Kesuksesan IPO Skype
Saat ini perusahaan yang berbasis di Luxembourg telah menarik sejumlah besar pelanggan dengan menyediakan layanan video online gratis dan percakapan teks populer yang digunakan oleh mahasiswa yang belajar di luar negeri. Layanan Skype lainnya adalah layanan bebas komputer-ke-komputer bebas dan layanan panggilan ke telepon tradisional dengan harga diskon.
Skype telah memiliki 560 juta pengguna terdaftar dan penggunaan layanan Skype telah mencapai 95 milyar menit sampai dengan semester pertama tahun 2010. Rata-rata jumlah pengguna Skype bulanan sampai dengan kuartal kedua tahun 2010, adalah 124 juta pengguna per bulan. Jumlah pengguna Skype yang melakukan pembayaran bulanan adalah 8,1 juta atau 6,5 persen dari rata-rata jumlah pengguna Skype bulanan.
Pendapatan bersih (net revenue) Skype naik 25,1 persen menjadi USD 406,2 juta pada semester pertama tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Skype memiliki penghasilan bersih (net income) USD 13,1 juta 00.000 dalam enam bulan terakhir.
Skype didirikan pada 2003 dan diakuisisi oleh eBay Inc pada tahun 2005. EBay pada bulan November 2009 menjual 70 persen saham di Skype ke grup investor yang terdiri dari Silver Lake, Canada Pension Plan Investment Board dan Andreessen Horowitz. Analis menilai grup investor tersebut ingin menutup dana yang telah dikeluarkan untuk membeli saham Skype dari eBay melalui proses IPO. Pengajuan USD 100 juta dalam rencana IPO Skype adalah upaya publikasi untuk menarik minat investor strategis dengan mudah. Kesuksesan IPO Skype merupakan pekerjaan besar bagi penjamin emisi (underwriter) IPO Skype yang terdiri dari Goldman Sachs & Co (lead-underwiter), JPMorgan dan Morgan Stanley.
Pengajuan USD 100 juta dalam rencana IPO Skype belum tentu menjamin bahwa IPO akan sukses. Berikut adalah beberapa penetrasi bisnis para pesaing Skype yang menjadi pertimbangan investor sekaligus menjadi ancaman keberhasilan IPO Skype :
Penetrasi Bisnis Google. Pesaing Skype yang lain adalah Google Inc yang sudah menawarkan layanan VoIP dan pada bulan Mei dengan menggandeng Global IP Solutions, sebuah pengembang teknologi suara dan video.
Penetrasi Bisnis Yahoo. Semua pengguna Yahoo telah sangat familiar dengan Yahoo Instant Messenger. Kini Yahoo menggunakan code yang sama dengan Global IP Sound seperti yang digunakan oleh Skype untuk melengkapi Yahoo Instant Messenger dengan fitur VoIP.
Penetrasi Bisnis Jajah. Jajah adalah perusahaan startup yang berbasis di Eropa dan memiliki dukungan dana yang sangat besar dari para perusahaan Venture Capitalist (VC) yang berbasis di Silicon Valley. Terdapat nama yang tidak bisa dianggap remeh di dalam struktur dewan Jajah, yaitu Yair Goldfinger – cofounder ICQ. Jajah tidak menawarkan layanan gratis seperti Skype tetapi Jajah memberi harga rendah untuk layanan VoIP.
Penetrasi bisnis Lycos. Nama Lycos sebagai salah satu search engine terkemuka memasuki bisnis VoIP dengan meluncurkan Lycos Phone. Berbagai fasilitas gratis layanan telepon, voice-mail dan fax ditawarkan oleh Lycos.
Dari bisnis market VoIP, menurut Venture Beat terdapat 18 nama pesaing Skype, antara lain TokBox, ooVoo, TelCentris, Gizmo5, RebelVox, Anveo, Nyoombl, Goober, Dlinked Inc, TelTel, jaxtr, barablu, iCall, OrganIP, RebTel, GetVocal, Vopium, Nimbuzz.