Home Development Strategic Partnership Items filtered by date: December 2010
Rencana akuisisi terbesar sepanjang masa tidak pernah terjadi. Menurut New York Times, Groupon menolak tawaran Google yang bernilai USD 6 miliar. Groupon yang bermarkas di Chicago memilih untuk tetap independen. Tidak ada komentar dari Mountain View, California, markas Google tentang berita penolakan Groupon ini.


Penolakan Groupon jelas menghentikan perjalanan Google sebagai pemimpin akuisisi dunia ICT untuk sementara waktu. Nilai akuisisi terbesar saat ini adalah USD 3,1 miliar, ketika Google mengakuisisi DoubleClick. Analis Sterling Market Intelligence (SMI) mengatakan, Google mungkin akan menaikan tawaran dari USD 6 miliar menjadi antara USD 7 miliar sampai dengan USD 8 miliar. Opsi lain adalah, Google mengakuisisi pesaing Groupon, yaitu LivingSocial, BuyWithMe atau Tippr.


Photo credit: Chicago Breaking Business

The Point adalah nama startup yang didirikan tahun 2007 setelah gagal kemudian berubah nama menjadi Groupon tahun 2008. Berawal dari sebuah startup yang "hidup segan mati tak mau", kini Groupon menjadi salah satu tech-star dalam kurun waktu 2 tahun. Dipimpin oleh Andrew Mason, CEO Groupon, keuangan perusahaan didukung oleh barisan investor antara lain Erick Lefkofsky, Brad Keywell, perusahaan venture capital (VC) seperti New Enterprise Associates, Accel Partners dan Digital Sky Technologies. Mereka telah melakukan investasi di Groupon dengan total lebih dari USD 170 juta. Saat ini penghasilan bisnis Groupon per tahun sebesar USD 500 juta. Penolakan tawaran akuisisi mengindikasikan manajemen Groupon memilih untuk melakukan aksi korporasi, yaitu penawaran perdana saham – initial public offering (IPO). Suatu sumber Groupon mengatakan bahwa IPO tidak akan dilakukan tahun 2011, seperti yang dilansir Chicago Breaking Business

Apa kabar startup lokal?
Indonesia memiliki startup mirip Groupon antara lain DealKeren, Disdus, Fanesia, AdaDiskon, OgahRugi dan lainnya. Fenomena Groupon dan berita-berita tentang rencana akuisisi dan IPO di dunia ICT sebaiknya menjadi studi kasus para founder startup lokal baik dari sisi model bisnis, teknologi maupun hubungan dengan dunia keuangan dan investasi untuk mengembangkan bisnis mereka.

Finance Indonesia people, dengan berita penolakan tawaran Google tersebut, apakah akuisisi terbesar sepanjang masa menjadi batal? Atau Groupon hanya "jual mahal" agar Google menaikan tawaran? Atau Groupon akan melakukan IPO di Wall Street?



Published in Insight & Analysis
Rencana akuisisi terbesar sepanjang sejarah akuisisi di bidang Information, Communication & Technology (ICT) dunia akan dilakukan oleh Google. Menurut New York Times, Google melakukan penawaran untuk membayar situs layanan kupon online, Groupon dengan nilai USD 6 miliar atau setara Rp 54 triliun.


Sebelumnya,
Groupon mendapat tawaran dari Yahoo senilai USD 2 miliar. Merger Yahoo dan Groupon diperkirakan akan mulus karena kebutuhan Groupon akan database email untuk mendukung pemasaran kupon melalui email. Di sisi lain, Yahoo adalah pemimpin email dunia. Tetapi Groupon menolak tawaran Yahoo tersebut.

Nilai sebesar USD 6 miliar merupakan nilai akuisisi terbesar di dunia ICT. Angka tersebut memecahkan rekor nilai akuisisi terbesar sebelumnya yang juga dilakukan oleh Google, yaitu akuisisi DoubleClick sebesar USD 3,1 miliar tahun 2007. Data CrunchBase per October 2010, total jumlah akuisisi ICT mencapai 3615 kali dengan nilai USD 506 milyar. Google adalah perusahaan yang paling aktif melakukan akuisisi, yaitu sebanyak 81 kali.


Notable Acquisitions by Google
Photo credit: WSJ


Andrew Mason, CEO Groupon mengatakan seperti yang dikutip Wall Street Journal, bahwa dalam waktu dekat Groupon akan meluncurkan versi baru di situs layanan diskon online, yang akan memberi manfaat lebih besar kepada pelanggan. Dalam versi terbaru itu akan terdapat tools untuk menggunakan Groupon berkali-kali dalam satu hari. Versi terbaru tersebut juga akan meningkatkan secara "dramatis" jumlah perusahaan yang menawarkan diskon, lanjut Mason.

Merger yang akan dilakukan adalah langkah strategis Google terhadap kompetitor bisnis iklan. Merger akan membantu Google untuk memperluas perannya dalam iklan lokal. Google saat ini mendominasi pasar untuk periklanan yang terkait dengan pencarian Internet. Tapi situs media sosial sangat populer, Facebook, memiliki kemampuan untuk menargetkan iklan ke preferensi pengguna dan jaringan teman, telah muncul sebagai ancaman Google. Perang untuk "supremasi Web" antara Google dan Facebook telah berkobar dan iklan lokal online cenderung menjadi medan pertempuran besar berikutnya dalam perang tersebut.

Published in Insight & Analysis