Items filtered by date: February 2011
Indonesia Economic Outlook 2011
Tahun 2011 merupakan tahun penting bagi Indonesia untuk menjadi landasan mencapai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2025. Bersama Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC), Indonesia saat ini merupakan negara emerging market dengan potensi perekonomian yang besar. Dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen mulai tahun 2011, PDB Indonesia akan senilai Rp 14.379 triliun (US$ 1,4 triliun) pada 2025. Dengan PDB sebesar ini, Indonesia akan mulai beranjak menuju maju. Walaupun secara agregat prognosis PDB Indonesia pada tahun 2025 masih jauh di bawah Brasil, Rusia, India, dan China, namun karena beberapa negara maju mengalami pelemahan kinerja ekonomi menyebabkan Indonesia akan mulai masuk ke dalam struktur negara di dunia dengan perekonomian terbesar.
Potensi besar ekonomi Indonesia di masa mendatang bisa terjadi karena di beberapa negara maju telah terjadi titik jenuh perekonomian yang terutama disebabkan investasi di dalam negeri mereka sudah tidak bisa memberikan return yang menarik. Hal ini tentu berbeda dengan Indonesia, dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia menyebabkan perekonomian dan investasi di Indonesia akan terus memanfaatkan pertumbuhan penduduk tersebut. Pasar yang begitu besar menjadi determinan penting pengerak investasi dan perekonomian. Walaupun pada satu sisi, jumlah penduduk yang begitu besar menjadi masalah tersendiri namun inilah salah satu pengerak utama perekonomian Indonesia.
Tren Ekonomi Indonesia 2011
Mempertimbangkan kondisi makro ekonomi selama 2010, baik di Indonesia maupun global membuat kondisi makro ekonomi Indonesia selama 2011 secara umum akan relatif kuat dengan kecenderungan menguat. Namun demikian, masalah politik yang terjadi di beberapa negara kawasan arab selama tiga bulan pertama di 2011 akan memberikan sedikit tekanan terhadap sisi fiskal Indonesia, di mana kenaikan harga minyak mentah dunia akan berpengaruh terhadap sisi belanja APBN. Tekanan harga minyak mentah yang disertai dengan peningkatan harga beberapa komoditas pangan di dalam negeri menyebabkan inflasi akan lebih tinggi daripada yang telah ditargetkan dalam APBN 2011 yang sebesar 5,3 persen.
Di luar dua variabel tersebut,, secara umum kondisi makro ekonomi Indonesia akan mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi diprediksi akan tumbuh lebih dari 6,3 persen. Dari sisi permintaan, komposisi pertumbuhan ekonomi masih memiliki tren yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Variabel konsumsi tetap akan memberikan kontribusi terbesar. Sedangkan variabel investasi dan net ekspor akan berada di posisi kedua dan ketiga. Sedangkan dari sisi penawaran, sektor perdagangan akan tetap mendominasi sekaligus mengalami pertumbuhan yang tertinggi. Sektor lainnya, terutama industri dan pertanian diprediksi mengalami pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan sektor perdagangan walaupun masih tumbuh jika dibandingkan dengan tahun 2010.
Untuk nilai tukar, diprediksi sepanjang 2011 rupiah stabil di kisaran angka 9.000 per dollar AS. Prediksi nilai tukar rupiah ini lebih bagus dibandingkan dengan asumsi nilai tukar dalam APBN 2011 yang sebesar 9.300 per dollar AS. Namun demikian, terdapat beberapa potensi yang membuat nilai tukar ini melemah jauh dari 9.000 per dollar. Pertama, pemulihan ekonomi global, terutama di Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa akan menyebabkan dana yang ada di negera berkembang, termasuk di Indonesia akan kembali masuk ke negara-negara maju tersebut. Namun demikian, dilihat dari perbandingan fundamental return, negara-negara maju belum bisa memberikan return yang kompetitif atau lebih besar dari emerging market. Kedua, hedging yang dilakukan oleh beberapa pemain hedge fund besar berpotensi menyebabkan terjadinya capital outflow.
Sedangkan, dari BI rate tidak akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan rata-rata BI rate selama 2010. Walaupun inflasi diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan inflasi (y-o-y) tahun 2010, namun peningkatan ini tidak akan memberikan tekanan berarti pada keputusan BI untuk meningkatkan BI rate. Selama 2011, diprediksi peningkatan BI rate maksimal hanya sampai 200 basis poin di angka 8,75 persen. Hal ini diprediksi tidak akan memberikan perbedaan signifikan terhadap fungsi intermediasi perbankan dibandingkan tahun 2010. Bahkan karena adanya regulasi baru dari BI tentang penalti bagi perbankan yang tidak bisa menyalurkan LDR lebih dari 78 persen akan membuat kinerja kredit perbankan akan lebih baik lagi. Namun demikian, hal ini tentu perlu penanganan khusus dari sisi potensi kenaikan NPL-nya.
Investment Outlook
Selama 2010, Indonesia merupakan salah satu negara tujuan utama investasi di dunia. Investasi portofolio di Indonesia selama 2010 merupakan salah satu investasi yang memberikan return tertinggi di dunia. IHSG selama 2010 tumbuh sebesar 46 persen, di mana per 2 Januari 2010 sebesar 2.534 dan pada saat penutupan tahun perdagangan 2010 menjadi sebesar 3.703. Kinerja cemerlang ini menjadikan IHSG merupakan indeks saham yang mengalami pertumbuhan tertinggi di wilayah Asia Pasifik.
Mempertimbangkan apa yang terjadi selama 2010, diprediksi bahwa selama 2011 IHSG masih akan terus mengalami pertumbuhan. Walaupun demikian, koreksi IHSG yang terjadi selama dua bulan pertama 2010 masih akan terus terjadi sampai dengan Maret atau April 2011. Pada kisaran bulan ini, sebagian besar emiten akan mengeluarkan laporan tahunan 2010 dan diprediksi rata-rata kinerja emiten selama tahun 2010 relatif baik. Publikasi emiten ini akan menjadi faktor pendorong terjadinya rebound secara mayoritas saham-saham perusahaan publik di Indonesia. Sampai akhir tahun 2011, diprediksi IHSG akan bisa mencapai angka 4.000. Namun dengan catatan bahwa krisis politik yang terjadi di negara kawasan arab tidak terjadi lagi setelah bulan Maret.
Selain investasi portofolio, investasi secara langsung di Indonesia diprediksi masih akan memberikan return yang relatif bagus. Setidaknya, terdapat dua jenis industri konvensional yang memberikan return paling tinggi di Indonesia, yakni di tambang dan telekomunikasi. Selain industri konvensional tersebut, selama 2011 diprediksi industri ICT akan menjadi salah tujuan utama untuk investasi secara langsung oleh para investor, baik lokal maupun asing. Masuknya industri ICT sebagai salah satu tujuan utama investasi dikarenakan tren yang ada di dunia memperlihatkan return saat ini relatif besar. Selain itu, yang lebih dilihat para investor adalah potensi berkembangnya industri ICT ke depan.
Namun demikian, investasi secara langsung ini masih terbelit dengan kendala utama berbagai hambatan investasi oleh birokrasi pemerintah. Namun demikian, dengan mempertimbangkan potensi di masa mendatang dan juga perbandingan dengan beberapa negara sejenis, Indonesia masih merupakan negara sebagai tujuan investasi yang menarik. Sementara itu, stabilitas politik yang ada di Indonesia membuat pemerintah memiliki ruang untuk selalu berusaha melakukan perbaikan pelayanan investasi.
Indonesian Coal - Domestic Market Obligation
It has been more than 1 year since December 2009 The Energy and Mineral Resources Ministry (ESDM) issued a ministerial decree which requiring producers of coal and other minerals to allocate a proportion of their annual production output to the domestic market, or they would stand facing sanctions. The decree so called Domestic Market Obligation (DMO) which will be equal to the estimate of annual demand proposed by potential domestic buyers a year earlier.
This decree implied to both producers and domestic consumers are bound to the DMO and whose failure to comply will result in sanctions. The sanctions will vary from a written reprimand to a production cut of up to 50 percent for producers, and up to 50 percent supply reduction for consumers in the following year if they failed to purchase the commodity at the agreed volume.
To make DMO could be implemented smoothly on 2010 ESDM issued a ministerial regulation No. 17/2010 of mechanism to determine reference price for mineral and coal. This regulation followed by directorate general which issues of Coal Reference Price (HBA) for coal producers, traders and buyers for negotiation from average month quarterly. The HBA is calculated based on the average price of four indices, three international and one local.
According to Directorate General of Mineral and Coal (Ditjen Minerba) of ESDM on 2011 national coal production would be 326.65 million tones and local demand would be about 78.97 million tones, including 66.28 million tones from state own power suppliers and independent power producers and 12.69 million tones for industrial sectors (cement, metallurgic, pulp, textile etc.).
As a major domestic coal consumer (±70%) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) the state-owned electricity utility will be increased its demands sharply as some of power plants under Phase I of 10,000 MW crash program scheduled to be ready this year and it also plans a further 10,000 MW in 2011, as Phase II of the electrification project.
Entering the 2nd years it seems that DMO still could not running smoothly since coal price increase sharply before the impact of floods and ongoing bad weather in Queensland Australia, in terms of supply disruption. Local coal producers prefer to sell their production to export market since the price is higher than domestic market and other reason is they do not produced coal that meets with PLN requirement.
It is needed to have more talk on pricing mechanism based on national interest for coal producer and PLN to make DMO can be run smoothly.
Russiav Rustam
Apakah Google Aktif Melakukan Akuisisi Tahun Ini?
Terkait dengan hal tersebut, Google membutuhkan tenaga pemasaran dalam mengatasi persaingan layanan pencarian lokal (local searching). Teknologi mobile, lokal dan sosial media yang merupakan "tambang emas" Google ternyata tidak memiliki kekuatan pemasaran (marketing power) yang mampu membuat para pengguna Google menggunakan layanan secara optimal, seperti yang dilansir eWeek. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Google saat ini mempekerjakan 6.000 lebih pekerja sebagai tenaga pemasar tahun ini.
Kompetisi dengan Apple adalah memperluas ke sisi iklan bisnis. Google dan Apple keduanya mencoba untuk mengakuisisi perusahaan iklan mobile AdMob tahun lalu, dengan tawaran USD 750 juta, Google akhirnya menang. Apple meluncurkan layanan iAd tahun lalu, yang memungkinkan pemasar untuk mengirim iklan langsung dalam aplikasi, seperti game dan program berita, digunakan pada iPhone dan iPad.
Karim Temsamani, head of mobile advertising Google, mengatakan bahwa pasar iklan mobile saat ini berkembang sangat cepat sehingga ada ruang yang cukup bagi Google dan Apple untuk berkembang. Seperti yang dilansir Reuters, menurut Temsamani, upaya-upaya iklan mobile Google jauh lebih luas daripada Apple, berfokus pada tampilan iklan, iklan pencarian dan jenis-jenis format iklan yang ditujukan untuk konsumen yang menggunakan berbagai jenis smartphone.
Jabatan "head of mobile advertising" ternyata adalah posisi jabatan terbaru dalam struktur manajemen Google. Diam-diam Google membuat posisi tersebut bulan Oktober 2010 lalu, dan mempekerjakan Temsamani.
Analis percaya bahwa iklan mobile adalah kunci untuk pertumbuhan pendapatan baru untuk Google. Tahun lalu, penghasilan iklan Google mencapai USD 29 miliar. Upaya-upaya iklan mobile Google terpisah dari produk Android, Google memberikan software smartphone gratis kepada para pembuat handset termasuk Motorola Mobilitas Holdings Inc dan HTC Corp. Pada kuartal keempat tahun 2010, Android menjadi sistem operasi smartphone dengan pamgsa pasar terbaik di dunia, menurut perusahaan riset Canalys, mengungguli perangkat lunak Symbian Nokia dan IOS yang digunakan di iPhone oleh Apple.
Kompetisi bisnis di sektor information communication and technology (ICT) yang semakin sengit antara perusahaan raksasa teknologi dan upaya aktif Google melakukan penetrasi serta kredibilitas Google sebagai perusahaan yang paling aktif melakukan akuisisi tahun 2010 lalu, bisa menjadi informasi yang sangat berharga bagi perusahaan yang melakukan bisnis berbasis ICT di Indonesia. Kenapa Indonesia? Potensi jumlah penduduk Indonesia dan tingkat pertumbuhan pengguna internet di Indonesia menjadi alasan bagi Google.
Mau jadi konsumen atau IT entrepreneur sukses? Indonesia memilih.
Raih Harapan dari IPO Pandora
Photo credit: techpinger
Pada hari Jumat 11 Februari 2011, Pandora Media, pelopor radio internet yang berbasis di Oakland, California, Amerika Serikat mengumumkan rencana penawaran umum perdana, initial public offering (IPO). Rencana IPO Pandora sama seperti membuka kotak Pandora, informasi perusahaan yang selama ini tidak diketahui menjadi informasi umum. Karena persyaratan IPO perusahaan harus mengungkapkan fakta keuangan seperti pendapatan, biaya royalti dan kompensasi eksekutif sekarang untuk diketahui publik.
Pendapatan Berbasis Iklan
Dalam laporan yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), pendapatan Pandora telah tumbuh pada tingkat yang luar biasa. Pada sembilan bulan pertama tahun 2010 yang berakhir 31 Oktober, perusahaan memiliki pendapatan USD 90,1 juta dan rugi bersih sebesar USD 0,3 juta. Estimasi pendapatan penuh tahun 2010 mencapai lebih dari USD 120 juta.
Dalam tahun fiskal 2010 (periode 12 bulan yang berakhir 31 Januari 2010) perusahaan memiliki pendapatan sebesar USD 55,2 juta dan rugi bersih sebesar USD 16,3 juta. Tahun 2009 sebelumnya pendapatan perusahaan hanya USD 19,3 juta dan rugi bersih USD 28,2 juta.
Pendapatan perusahaan sangat bergantung pada iklan dan mendapatkan relatif sedikit dari pelanggan yang membayar iuran berlangganan. Kontribusi iklan sebesar 86,4 persen dari pendapatan dalam periode sembilan bulan yang berakhir 31 Oktober 2010. Sementara pelanggan yang membayar iuran langganan (USD 36 per tahun) untuk mendengarkan iklan-gratis, itu menyumbang kurang dari 14% dari pendapatan perusahaan.
Kelola Biaya Royalti
Royalti lumayan mengambil bagian besar dari pendapatan Pandora. Biaya royalti yang dibayar perusahaan mencapai USD 45,42 juta untuk konten di kuartal petama tahun 2010, atau 48 persen dari pendapatan.
Royalti dibayarkan kepada tiga badan yang terkait lisensi royalti kontren musik di Amerika Serikat. Pertama, BMI sebesar 1,75 persen dari pendapatan kotor. Kedua, SESAC sebesar 0,38 persen dari pendapatan kotor. Ketiga adalah SESAC, Pandora menghentikan perjanjian dengan ASCAP pada bulan Oktober 2010 karena manajemen perusahaan merasa tarif royalti SESAC "berlebihan".
Komposisi Saham dan Kompensasi Eksekutif
Dari laporan yang diajukan ke SEC tentang saham yang dimiliki oleh berbagai pihak. Founder Pandora, Tim Westergren memiliki 2,39 persen, Joe Kennedy, CEO memiliki 2,71 persen dan Tom Conrad, CTO memiliki 1,48 persen.
Pada bulan Juli 2010 sebuah "pihak terafiliasi" menawarkan untuk membayar USD 3,138 per saham untuk membeli Pandora. Pada saat itu perusahaan memiliki penilaian total lebih dari USD 393 juta dengan 125,3 juta lembar saham yang beredar.
Komposisi saham tersebut berdasarkan hasil deal yang ditutup pada bulan Oktober 2010, pendiri Tim Westergren mendapat hanya di bawah USD 2,2 juta dan CTO Tom Conrad mendapat hanya di bawah USD 1,4 juta. group investor yang terdiri dari Crosslink Capital, Walden Venture Capital, dan Greylock Partners. Westergren memiliki saham USD 22,2 juta.
Kompensasi eksekutif tahun fiskal 2011 untuk CEO, Joe Kennedy adalah USD 325.000 dan bonus USD 175.000. CTO Tom Conrad sebesar USD 205.000 dan bonus USD 200.000. Westergren terdaftar sebagai direktur tetapi kompensasi nya tidak tercantum.
Tim Westergren, founder Pandora pada event launching iPhone 4.0.
Photo credit: Gigaom
Harapan Masa Depan dari Pandora
Pandora telah menjadi salah satu kisah sukses di industri musik Internet. Perusahaan menunjukkan dominasinya di pasar. Layanan ini memiliki lebih dari 80 juta pengguna di Amerika Serikat yang mendengarkan lebih dari 800.000 lagu dan memberikan lebih dari 8 miliar peringkat lagu. Rata-rata pengguna mennggunakan Pandora selama 10 jam per bulan. Angka tersebut jika dikonversi menjadi 2,6 miliar jam pendengar dalam sembilan bulan pertama tahun 2010 atau 3,9 miliar jam pendengar dalam sejarahnya.
Pengguna layanan Pandora utama adalah pengguna perangkat produk Apple, seperti iPad dan iPhone. Manajemen juga telah membuat platform untuk perangkat berbasis android. Hal tersebut terkait dengan rencana Pandora untuk dapat membangun kesuksesan di masa depan dengan meningkatkan iklan. Perusahaan juga ingin melebarkan distribusi, menjelajahi konten lebih variatif di luar musik seperti berita olahraga, dan berita umum lain.
Indonesia saat ini terdapat puluhan radio internet yang memberikan layanan online streaming. Ada yang berasal dari perusahaan radio yang sebelumnya berbasis frekuensi gelombang audio dan juga perusahaan digital startup yang pertama kali terjun langsung ke industri digital khususnya industri musik digital dengan menciptakan aplikasi radio internet, atau menggunakan aplikasi radio internet yang tersedia baik gratis maupun tidak.
Sama halnya dengan harapan yang ditemukan ketika membuka kotak Pandora dalam mitologi Yunani, radio internet Pandora memiliki harapan ketika membuka informasi kepada publik terkait rencana IPO, harapan untuk dapat meraih dana USD 100 juta dari publik dan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan bisnis. Bagaimana dengan radio internet di Indonesia? Apakah sudah siap membuka "kotak Pandora" dan menemukan "harapan" anda di masa depan?
Proses Akuisisi J.Crew Senilai USD 2,8 Miliar Terancam Gagal
Photo credit: mediabistro
Diketahui, TPG dan Leonard Green melakukan penawaran pembelian perusahaan J. Crew dengan harga USD 43,50 per saham untuk J. Crew pada 23 November 2010, atau total USD 2,8 miliar.
Periode "go-shop" yang disepakati adalah tanggal 15 Januari 2011. Stuart Grant dari firma hukum Grant & Eisenhofer, mewakili sekelompok pemegang saham, menggugat J. Crew atas perpanjangan periode "go-shop" yang akan memungkinkan perusahaan untuk mengejar tawaran lain.
Kedua belah pihak tampaknya semakin dekat dengan kesepakatan untuk menyelesaikan tuntutan hukum, yang berpendapat bahwa J. Crew Grup gagal mendapatkan harga tertinggi dalam proses penjualan kepada TPG Capital dan Leonard Green & Partners.
Berdasarkan ketentuan bahwa penyelesaian yang diusulkan, periode "go-shop" untuk menemukan tawaran alternatif akan diperpanjang sampai dengan 15 Februari.
Dalam beberapa tahun terakhir, perjanjian pembelian yang sedang dinegosiasikan untuk menambahkan ketentuan "go-shop", memungkinkan dewan direksi tidak hanya mempertimbangkan tawaran yang tidak diminta (unsolicited), tetapi juga untuk secara aktif meminta tawaran untuk target untuk jangka waktu yang terbatas untuk memenuhi fidusia tugas kepada pemegang saham.
Istilah "go-shop" adalah tambahan yang relatif baru untuk terminologi transaksi merger and acquisition (M&A). Istilah ini mengacu pada ketentuan dalam perjanjian jual beli yang memungkinkan dewan direksi untuk secara aktif meminta tawaran bersaing untuk jangka waktu tertentu setelah pelaksanaan perjanjian.
Penyelesaian yang diusulkan juga akan menyertakan pemegang saham (penggugat) yang terdiri dari sekelompok dana pensiun, kelompok pekerja kota New Orleans, Orlando Florida polisi dan petugas pemadam kebakaran , akan menerima pembayaran "biaya perpisahan" senilai USD 10 juta.
TPG Capital dan Leonard Green & Partners sepakat untuk melepaskan hak mereka untuk menyesuaikan tawaran baru jika tawaran saingan datang di atas USD 45,50 per saham. Jika J. Crew menerima tawaran yang lebih baru, pembelian perusahaan telah sepakat untuk menurunkan "biaya perpisahan" mereka dari USD 27 juta.
Di sisi lain, dua perusahaan retail, Sears Holdings dan Urban Outfitters, telah menandatangani perjanjian untuk menjaga kerahasiaan dalam mempelajari dokumen J. Crew selama periode "go-shop", tapi tidak jelas apakah mereka serius mempertimbangkan counteroffers atau hanya memeriksa dokumen J. Crew.
Apakah J. Crew jadi diakuisisi oleh TPG Capital dan Leonard Green & Partners? Atau oleh pihak lain ?