Home Our Firm Management Items filtered by date: May 2011

PC tablet kini telah menjadi gadget yang sedang hot di masyarakat. Begitupun dengan bisnis serta persaingan yang terjadi. Microsoft menurut rencana akan memperkenalkan PC tablet layar sentuh kepada publik minggu depan atau awal Juni. Rencana Microsoft tersebut sepintas dianggap terlambat dalam peta bisnis PC tablet yang saat ini didominasi oleh Apple iPad. Tetapi jika dikaji, terdapat beberapa faktor kunci yang menghapus kata terlambat, dan bahkan Microsoft berpotensi memenangkan persaingan dan menguasai bisnis digital.


Dipelopori oleh Apple melalui produk yang menjadi fenomena, iPad. Gadget berupa PC tablet menjadi tren anyar di masyarakat. Kemudian bermunculan gadget lain yang sejenis iPad. Sebelum iPad diluncurkan, sudah ada gadget yang bisa disebut cikal bakal PC tablet, yaitu e-reader. Amazon melalui Kindle dan strategi "perang harga" berhasil mendominasi pasar e-reader. Catatan khusus bagi Amazon, perusahaan ini bukan produsen elektronik. Ide kelahiran produk Kindle maka Amazon patut diacungi jempol. Kekuatan konten yang menjadi isi dari e-reader merupakan senjata utama Amazon merontokan kompetitornya, termasuk produsen elektronik.

Faktor Kunci Kemenangan Microsoft
Laporan Citi yang dirilis Business Insider, menunjukan beberapa faktor bahwa rencana Microsoft meluncurkan PC tablet adalah tidak terlambat. Bahkan bisa menjadi faktor penentu kemenangan Microsoft di bisnis ini.

1. Harga PC Tablet
Kisaran harga gadget PC tablet antara USD 500 sampai dengan USD 800 dianggap mahal. Diperkirakan harga mahal ini masih akan bertahan sepanjang tahun 2011. Batas psikologis harga adalah USD 300, jika bertahan di angka tersebut maka volume penjualan gadget akan meningkat pesat dan dimiliki oleh masyarakat lebih merata.

2. Platform Android
Platform Android mengalami peningkatan untuk gadget smartphone. Untuk PC tablet sebaliknya, Android menurut Citi masih sangat payah. Beberapa review menunjukan hal tersebut, salah satunya adalah kegagalan penjualan Motorola Xoom. Kondisi Android secara tidak langsung semakin memperkuat dominasi Apple iPad saat ini.

3. Masalah Legal Android
Produsen Android tidak bisa lari dari masalah legal terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Apple, Nokia, Oracle dan Microsoft. Kabar terkahir, HTC harus membayar USD 5 per unit produk Android kepada Microsoft.

4. Aplikasi
Bicara aplikasi, Microsoft memiliki banyak predikat positif. Pengembang aplikasi .NET merupakan pasukan raksasa bagi Microsoft, tidak kurang 6 juta pengembang. Sebagai perusahaan digital yang memiliki sejarah panjang untuk aplikasi dan piranti lunak, Microsoft memiliki ruang gerak yang besar untuk bekerjasama dengan para pengembang piranti lunak.

5. Perusahaan
Sebagian besar perusahaan di dunia menggunakan Office keluaran Microsoft. Dengan rencana meluncurkan produk PC tablet, maka sangatlah mudah bagi Microsoft untuk melakukan deal dengan perusahaan. Kemudahan penggunaan produk-produk Microsoft oleh departemen IT suatu perusahaan menjadi dukungan bagi kesuksesan penjualan PC tablet keluaran Microsoft kepada perusahaan. Jika pangsa pasar perusahaan dikuasai Microsoft, maka pasar retail untuk masyarakat bisa dikatakan akan menjadi bonus.

Selain dari 5 faktor tersebut, saat ini pasar PC tablet belum mencapai 70 juta unit. Diperkirakan tahun 2015 akan mencapai 75 juta unit. Citi memperkirakan dengan jumlah 75 unit, Microsoft baru akan merasakan keuntungan dari berapa persen segmen pasar yang diraih. Belum lagi dari 400 juta unit PC yang diperkirakan akan terjual di tahun yang sama.

Industri elektronik di Indonesia juga akan terkena dampak dari rencana Microsoft ini. Tahun 2012 atau 2013 yang diperkirakan akan menjadi tahun emas Microsoft melalui PC tablet. Diperkirakan, pada tahun tersebut rasio penetrasi internet terhadap populasi akan meningkat dan melewati angka 12,5 persen saat ini. Indonesia masih menjadi surga bagi produsen elektronik. Brand Microsoft akan memudahkan penjualan di Indonesia. Digital investment di Indonesia tidak melulu bicara investor yang berinvestasi di startup tetapi juga akan melibatkan produsen elektronik. Pertanyaan klasik, produsen elektronik siapa yang akan mengambil keuntungan. Sudahkan produsen elektronik lokal asli Indonesia siap mengantisipasi fenomena ini? Indonesia harus selalu siap mengejar peluang investasi ICT.

Jika dikaitkan dengan berbagai aksi korporasi seperti akuisisi Skype, membangun aliansi strategis dengan Nokia, Facebook dan RIM maka PC tablet keluaran Microsoft, atau Windows Tablet (mungkin), akan menjadi kulminasi bisnis perusahaan. Tidak hanya di peta persaingan bisnis PC tablet saja tetapi lebih luas, bisnis digital! Microsoft menggeser dominasi Google dan Apple? Microsoft akan membuktikan jika prediksi 5 faktor kunci kemenangan yang dibahas sesuai dengan fakta nanti.

Published in Insight & Analysis
Saturday, 28 May 2011 21:24

Rencana IPO Zynga Juni 2011

Zynga, perusahaan pengembang social-game yang memiliki valuasi USD 10 miliar di pasar private equity, dikabarkan siap melaksanakan penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) bulan Juni 2011. Bulan Mei, beberapa perusahaan digital telah sukses melaksanakan IPO. Setelah Renren, LinkedIn dan Yandex. Zynga pun bersiap diri melanjutkan momentum.


Yang hebat, valuasi Zynga di private market tersebut lebih tinggi dari valuasi LinkedIn berdasarkan harga pasar saat ini. Analis dan investor menilai bahwa IPO Zynga akan lebih sukses daripada IPO LinkedIn.

Jika yang menjadi perbandingan adalah perusahaan digital yang sejenis, yaitu industri social-game, maka IPO Gree dapat menjadi referensi untuk IPO Zynga nanti.

Pada debut IPO tahun 2008 di Tokyo Stock Exchange, saham Gree berhasil berhasil naik 52 persen dari USD 37 menjadi USD 56. Kapitalisasi pasar Gree saat itu mencapai USD 1,3 miliar. Kini Gree aktif melakukan akuisisi untuk menguasai pasar bisnis social-game.

Jelang IPO, Zynga banyak melakukan deal untuk memperkuat bisnis. Hal ini sangat positif di mata investor.

Seperti yang dirilis Techcrunch, Zynga melakukan deal dengan DreamWorks Partner untuk pemasaran Kungfu Panda 2 yang diintegrasikan dengan CityVille. Sebelumnya, Zynga deal dengan Lady Gaga untuk pemasaran FarmVille.

Pendapatan Zynga yang mencapai USD 1 miliar per tahun dan potensi pasar social-game yang sangat besar menjadikan IPO Zynga banyak dinantikan oleh para investor.

Top game Zynga, CityVille, berhasil meraih 90 juta pengguna aktif bulanan, melewati rekor game FarmVille yang meraih 45 juta pengguna aktif bulanan.

Pemimpin penjamin emisi efek (underwriter) IPO Zynga adalah investment bank, Goldman Sachs. Tetapi dikabarkan nama-nama seperti Morgan Stanley, T. Rowe Price dan Fidelity Investments telah melakukan investasi di Zynga sehingga akan terlibat dalam IPO nanti.

Selain Zynga, terdapat nama Kabam, yang dikenal sebagai Zynga versi hardcore.

Kabam, pengembang social-game dikabarkan berhasil melakukan deal dengan investor. Nama-nama seperti Google Ventures, Pinnacle Ventures, Performance Equity dan SK Telecom Ventures bergabung bersama untuk penempatan fund dengan total USD 85 juta. Mereka menyusul para investor Kabam sebelumnya, yaitu Canaan Partners, Redpoint Ventures dan Intel Capital.

Seperti halnya Zynga, Kabam mengembangkan aplikasi social game di web dan Facebook. Game yang terkenal adalah Glory of Rome, Dragons of Atlantis, Kingdoms of Camelot, World of Warcraft, Halo, Call of Duty dan Bioshock. Pengguna game Dragons of Atlantis, menurut Mashable telah mencapai 4 juta.

CEO Kabam, Kevin Chou mengatakan bahwa biaya infrastruktur menentukan besaran jumlah investasi USD 85 juta tersebut. Partisipasi Google Ventures di Kabam menurut Chou adalah sangat menguntungkan karena Google memiliki pengetahuan dalam hal scaling, pusat data, marketing (Adwords), dan mobile (Android).

Kapan IPO Kabam? Belum ada kabar kapan Kabam akan IPO mengikuti jejak Zynga.

Selanjutnya, selain investor siapakah yang akan menantikan berita sukses IPO Zynga? Dengan popularitas game Zynga yang tinggi dan melibatkan banyak pesohor dalam bisnis, maka para gamer Zynga yang setia dan bahkan penggemar Lady Gaga mungkin akan ikut menantikan kabar sukses IPO tersebut.

Perkembangan digital investment dari Zynga, Gree dan Kabam diharapkan menjadi referensi para startup di Indonesia. Bagaimana dengan para startup pengembang social-game di Indonesia? Mungkin masih jauh untuk melaksanakan IPO dalam waktu dekat.

Tetapi bulan Juni akan datang. Kita akan melihat apakah IPO Zynga akan menjadi IPO terbesar di antara perusahaan digital di dunia?

 

Referensi
Setelah IPO LinkedIn. Siapa IPO Perusahaan Digital Terbesar Dunia?

Zynga Preparing to File for IPO [REPORT]

Kabam Raises $85 Million to Become the Zynga of Hardcore Games

Published in Insight & Analysis
Yandex yang sering disebut sebagai Google dari Rusia, pada hari Selasa 24 May 2011 melakukan debut perdagangan saham perdana di lantai bursa efek Amerika Serikat, Nasdaq, dengan sukses. Kenaikan harga saham mencapai lebih dari 55 persen. Kesuksesan IPO Yandex mengikuti sukses IPO LinkedIn lima hari sebelumnya.


Harga saham perdana Yandex dengan ticker YNDX pada saat debut ditutup pada USD 38,84, meraih keuntungan sebesar USD 13,84 dari harga perdana USD 25. Saham dibuka di harga USD 35 dan sempat naik mencapai harga tertinggi USD 42,01.

Pada saat IPO tersebut, pemegang saham Yandex terbesar seperti perusahaan hedge fund Tiger Global Management, Baring Vostok Private Equity Funds dan CEO Yandex, Arkady Volozh menjual sebagian saham mereka.

Sebagai salah satu perusahaan digital terbesar Rusia, yang berbasis di Moskow, Yandex menjual 52,2 juta saham dan meraih USD 1,3 milyar dari IPO saham. Penjamin emisi (underwriter) adalah Morgan Stanley, Goldman Sachs dan Deutsche Bank Securities, mereka juga memiliki opsi untuk menjual 5,2 juta lembar saham tambahan. Dari harga perdana USD 25 per saham, valuasi perusahaan adalah USD 8 miliar.

Dari rilis New York Times, pasar digital internet Rusia adalah yang terbesar kedua di Eropa, setelah Jerman, menurut laporan yang dikeluarkan hari Jumat oleh Boston Consulting Group. Laporan ini diperkirakan perdagangan online di negara tersebut akan meningkat menjadi 3,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2015 dari angka 1,9 persen pada tahun 2009.

Bulan Mei 2011 diwarnai dengan aksi berbagai kesuksesan IPO perusahaan teknologi. RenRen, salah satu jaringan sosial terkemuka China, naik 29 persen pada debut pada 4 Mei dan berhasil meraih USD 743 juta. Saham LinkedIn pada debut kamis 19 Mei naik lebih dua kali lipat dari harga saham perdana.

Bagi investor, Yandex merupakan perusahaan digital di pasar teknologi Rusia yang sedang berkembang. Tahun lalu, perusahaan menguasai 64 persen dari seluruh lalu lintas pencarian di (search traffic) Rusia, meraih pendapatan USD 439,7 juta dan laba bersih sebesar USD 134,3 juta. Dengan data keuangan seperti itu, walau Yandex tidak dikenal di Amerika Serikat. Sukses IPO Yandex di Amerika Serikat merupakan bukti kepercayaan investor terhadap bisnis perusahaan asal Rusia tersebut.


Referensi
Yandex Shares Soar 55% in Market Debut

Setelah IPO LinkedIn. Siapa IPO Perusahaan Digital Terbesar Dunia?

Published in Insight & Analysis

Kamis 19 Mei 2011, LinkedIn sukses melakukan IPO di lantai bursa efek. Kesuksesan IPO LinkedIn disebut sebagai indikator kesuksesan IPO perusahaan digital lainnya. Beberapa yang sedang mempersiapkan IPO adalah nama-nama besar di dunia bisnis digital seperti Groupon, Facebook, Zynga, Yandex dan Twitter. Di antara nama perusahaan digital tersebut, siapakah yang melakukan IPO terbesar?


Sukses LinkedIn di hari pertama listing di New York Stock Exchange ditunjukan dengan kenaikan saham dengan kode ticker LNKD sebesar 109 persen dari harga perdana USD 45 menjadi USD 94 pada harga penutupan pasar.

Pada debut tersebut, 7,804 juta lembar saham LinkedIn diperdagangkan langsung ke harga USD 80 sebagai harga pembukaan dan bahkan sempat mencapai harga tertinggi, yaitu USD 122. Hal ini merupakan kenaikan tertinggi yang pernah ada dalam rally saham digital sejak dotcom bubble di akhir tahun 1990-an.

Pada hari kedua, Jumat 20 Mei 2011, saham LinkedIn turun menjadi USD 93,09 dari USD 94 pada hari sebelumnya. Dengan harga saham USD 93,09 maka valuasi perusahaan menjadi sekitar USD 8,8 miliar.

Yang menjadi pembicaraan kini bukan tentang LinkedIn lagi. Tetapi siapakah perusahaan digital yang sukses melakukan IPO? Pendekatan valuasi perusahaan akan membuat perbandingan sekaligus proyeksi dengan debut LinkedIn sebagai referensi, dimana valuasi LinkedIn USD 4 miliar (sebelum IPO) dan USD 8,8 miliar (setelah IPO). Berikut daftar valuasi beberapa perusahaan digital:

Twitter USD 7,7 miliar
Yandex USD 9 miliar
Zynga USD 10 miliar
Groupon USD 25 miliar,
Facebook USD 100 miliar


Jika LinkedIn berhasil membuat valuasi perusahaan menjadi dua kali lipat setelah IPO. Apakah perusahaan lainnya juga akan terjadi hal yang sama?
Jika LinkedIn yang hanya bernilai USD 4 miliar sebelum IPO mampu sukses dalam debut IP. Apakah perusahaan lainnya yang memiliki nilai valuasi lebih besar akan juga meraih sukses?

Banyak faktor yang mempengaruhi perdagangan saham, selain kondisi makro ekonomi pada saat IPO juga faktor buyer atau pembeli juga menentukan. Kesuksesan debut suatu perusahaan IPO tidak melulu tergantung dari nilai valuasi perusahaan. Dan valuasi perusahaan bukan menjadi tolak ukur kesuksesan IPO. Tetapi valuasi perusahaan tetap penting diperhatikan untuk melihat fundamental suatu perusahaan.

Sebagai bahan studi kasus, berikut adalah perbandingan antara LinkedIn dengan Yandex dan Google.

Perbandingan antara LinkedIn dengan Yandex dilihat seperti yang dilansir CNN dilihat dari net income atau pendapatan bersih. Yandex tahun 2010 lalu berhasil meraih USD 134 juta, bandingkan dengan LinkedIn yang hanya meraih USD 15 juta.

Perbandingan antara LinkedIn dengan Google menurut BBC dilihat dari revenue. Pada harga USD 100 per lembar saham, LinkedIn diperkirakan mencapai 25x estimasi revenue tahun 2011. Bandingkan dengan Google ketika debut IPO tahun 2004, perusahaan hanya mencapai 6x estimasi revenue.

Dengan kata lain, Yandex jelas menunjukan bahwa bisnis yang dilakukannya lebih menghasilkan dibandingkan LinkedIn. Jika IPO LinkedIn dan Google berhasil, mengapa IPO Yandex tidak?

Siapa Yandex? Yandex adalah mesin pencari dari Rusia. Perusahaan didirikan pada tahun 1997 sebelum Google. Tahun 2010 lalu Yandex menguasai 64 persen mesin pencari di Rusia.

Perkembangan digital investment baik aksi korporasi seperti merger dan akuisisi (M&A) dan penawaran perdana saham di bursa efek atau IPO sudah sangat akrab dengan perusahaan digital dunia. Bagaimana Indonesia?

Indonesia saat ini ditengarai sebagai negara yang menjadi target digital investment. Pertumbuhan jumlah start-up, penyelenggaraan kompetisi antar start-up dan deal investasi kini menjadi topik yang hangat di Indonesia. Tetapi masih jarang start-up yang secara terbuka memiliki cita-cita untuk melakukan debut IPO di bursa efek.

Minim sentimen terhadap sektor teknologi digital di Pasar Modal Indonesia menjadi salah satu faktor sebab belum ada start-up yang IPO di Bursa Efek Indonesia. Faktor lain adalah perbedaan pemahaman tentang seluk beluk investasi di antara founder start-up, baik tentang akuisisi maupun IPO.

Dari sisi fundamental perusahaan, kebanyakan start-up Indonesia saat ini masih belum memiliki model bisnis yang kuat dan memliki kelangsungan bisnis untuk jangka panjang.

Faktor penetrasi internet dibandingkan populasi pendudduk masih kecil, menurut internetworldstats Indonesia memiliki angka 12,5 persen (bandingkan dengan Malaysia 64 persen, Singapore 78 persen, Jepang 78 persen dan Korea Selatan 81 persen).

Kembali ke debut LinkedIn yang sukses. Patut dicermati adalah siapa investment bank di belakang IPO LinkedIn, menurut Bloomberg terdapat nama Morgan Stanley, Bank of America Corp. and JPMorgan Chase & Co. Kemudian venture capital seperti Bain Capital LLC, McGraw- Hill Cos., Goldman Sachs Group Inc., Sequoia Capital, Greylock Partners dan Bessemer Venture Partners

Maka keterlibatan nama-nama yang sama baik investment bank dan venture capital di belakang LinkedIn dan perusahaan digital lain yang akan IPO nanti, tentunya akan mempermudah prediksi bahwa IPO akan sukses atau tidak.

Sambil menunggu siapakah digital startup pertama di Indonesia yang melakukan IPO (mungkin masih sangat lama), kita sama-sama nantikan aksi IPO Twitter, Groupon, Zynga, Yandex dan perusahaan digital lainnya di tahun ini sampai tahun depan. Setelah LinkedIn, maka siapa IPO perusahaan digital terbesar di dunia?

 

Referensi
Rencana IPO LinkedIn Tahun 2011
Jelang IPO, Valuasi LinkedIn Naik
Rencana IPO Groupon USD 15 Miliar di Musim Semi 2011
Goldman Sachs dan Digital Sky Investasi USD 500 Juta di Facebook

Published in Insight & Analysis
Wednesday, 18 May 2011 09:25

Jelang IPO, Valuasi LinkedIn Naik

 

05-18-2011 09:25 AM

Menjelang pelaksanaan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), LinkedIn Corp menaikan kisaran harga penawaran umum perdana. Kenaikan tersebut otomatis menaikan valuasi potensial perusahaan menjadi USD 4 miliar, atau setara dengan Rp 34 triliun.



Diketahui perusahaan secara resmi telah mengajukan penawaran 7.840.000 saham pada harga USD 42 sampai USD 45 per lembar saham kepada US Securities and Exchange Commission hari Selasa 17 Mei 2011. Sebelumnya, perusahaan menawarkan harga saham sebesar USD 32 sampai USD 35 per lembar saham. Seperti yang dilansir oleh Bloomberg.

Dari kisaran harga antara USD 42 sampai dengan USD 45, maka titik tengah harga adalah USD 43.5. Pada harga USD 43.5 valuasi perusahaan LinkedIn adalah USD 4,11 miliar atau sekitar 11x estimasi penjualan tahun ini ( USD 376 juta ). Dengan catatan, perusahaan terus mempertahankan angka penjualan pada tingkat USD 93.9 juta di kuartal pertama tahun ini.

LinkedIn adalah perusahaan social media besar pertama di Amerika Serikat yang pertama kali memanfaatkan pasar publik untuk pendanaan. Perusahaan juga menjadi menjadi yang pertama dalam gelombang IPO perusahaan Internet, diketahui Groupon Inc,dan Facebook Inc juga sedang mempersiapkan rencana IPO.

Tiga investment bank ternama seperti Morgan Stanley (MS), Bank of America Corp (BAC) dan JPMorgan Chase & Co (JPM) memimpin IPO LinkedIn sebagai penjamin emisi efek (underwriter) yang menurut rencana saham perusahaan akan diperdagangkan di lantai bursa dengan kode ticker LNKD.

Dengan kisaran harga USD 42 – 45 maka diperkirakan perusahaan akan mendapat dana dari IPO sekitar USD 329.28 juta – USD 352.8 juta. Bahkan mungkin lebih, apabila underwriter melakukan pembelian atas 1.180.000 lembar saham tambahan sebagai eksekusi overallotment option. Maka, dana IPO akan menjadi USD 405 juta atau setara Rp 3.44 triliun.

Dana yang didapat dari IPO akan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai operasi yang sedang berjalan, mengembangkan usaha, dan melakukan akuisisi dengan membeli perusahaan lain atau membeli teknologi.

Berikut adalah barisan investor yang melakukan exit strategy pada saat IPO dengan akan menjual kepemilikan saham LinkedIn sesuai dengan prospectus IPO, Bain Capital LLC, McGraw-Hill Cos, Goldman Sachs Group Inc (GS) dan founder sekaligus CEO perusahaan, Reid Hoffman. Sedangkan yang tidak akan menjual saham adalah Sequoia Capital, Greylock Mitra dan Bessemer Venture Partners.

Kenaikan valuasi LinkedIn menjadi USD 4 miliar menjelang IPO sungguh fantastis karena pada bulan Januari tahun ini valuasi perusahaan adalah sekitar USD 2 miliar. Berarti perusahaan mengalami kenaikan valuasi sebesar 100 persen dalam waktu 4 bulan. Ini menjadi suatu case study yang sangat menarik bagi perusahaan startup di Indonesia.

Published in Insight & Analysis
Tahun 2011 Microsoft aktif melakukan berbagai aksi korporasi. Bulan Februari, Microsoft telah sepakat kerjasama dengan Nokia. Kemudian, di bulan Mei, melakukan akuisisi terhadap Skype dengan nilai akuisisi yang fantastis secara tunai. Masih di bulan yang sama, Bing, mesin pencari milik Microsoft menjalin aliansi strategis dengan Facebook dan RIM. Setelah aksi korporasi ini, apalagi yang akan dilakukan Microsoft?


Kilas balik tahun 2010 menunjukan betapa Microsoft sebagai raksasa internet di dunia tampak tidur. Jika salah satu indikator adalah aktivitas merger dan akuisisi (M&A), maka akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan terhadap dua perusahaan kecil, Canesta dan AVIcode, tampak tidak berarti dengan aktivitas pesaing.

Menurut berita dari WSJ, Google yang juga raksasa internet sekaligus pesaing bisnis Microsoft, tahun 2010 lalu melakukan 10 deal akuisisi. Facebook (5), IBM (5), Zynga (4), lainnya seperti Apple, Cisco masing-masing melakukan 3 deal akuisisi.

Strategi M&A suatu perusahaan memang berbeda satu sama lainnya. Nilai dan waktu akuisisi akan menjadi patokan sederhana dalam melakukan evaluasi. Microsoft tampak tidak aktif, tetapi akuisisi Skype menjadi bukti bahwa nilai dan waktu adalah segalanya.

Nilai akuisisi Skype oleh Microsft berjumlah USD 8,5 miliar atau setara Rp 72,250 triliun (kurs 1 USD = Rp 8.500) membuat decak kagum masyarakat yang membaca berita tersebut, apalagi pembayaran dilakukan secara tunai. Menurut Techcrunch, Terakhir Microsoft melakukan akuisisi dengan nilai yang besar adalah tahun 2007 ketika mengakuisisi USD 6,4 miliar. Akuisisi ini akan mempengaruhi tentang rencana Skype melakukan IPO kedepannya. Point penting latar belakang dari akuisisi Skype dapat dilihat di press release resmi yang dikeluarkan oleh Microsoft.

Selain akuisisi, Microsoft melakukan dua deal kerjasama membentuk aliansi strategis. Kerjasama dengan Nokia di bulan Februari dan Facebook serta RIM di bulan Mei melalui Bing, mesin pencari milik Microsoft. Persaingin bisnis digital menjadi latar belakang utama dari berbagai aksi korporasi.

Diketahui, penjualan gadget Android yang didukung penuh oleh Google dan penjualan iPad dan iPhone oleh Apple tentu membuat gerah Microsoft yang hampir dikatakan belum memiliki produk gadget andalan untuk bersaing. Menurut digitaltrend, platform Symbian masih menjadi juara di tahun 2010 lalu dengan penjualan 111,576 miliar unit. Android menduduki posisi nomor dua dengan penjualan 67,224 miliar unit. Sedangkan Microsoft apps hanya peringkat kelima, di bawah RIM dan iOS, dengan penjualan 12,378 miliar unit.

Data statistik penjualan smart mobile device, Symbian menguasai 37,6 persen, Android 22,7 persen, RIM 16 persen dan Apple degan iOS memiliki 15,7 persen pangsa pasar. Aliansi strategis dengan Nokia, yang memiliki brand dan jumlah pelanggan dan pangsa pasar yang besar di dunia tentunya akan mengubah posisi Microsoft di peta persaingan gadget smartphone. Press release tentang kerjasama dengan Nokia, dapat dilihat disini.

Aliansi strategis dengan Facebook yang akan menjadikan Bing sebagai mesin pencari default di Facebook jelas akan mereposisi Bing di persaingan mesin pencari. Tentu ini perlu waktu untuk membuktikan keefektifan aliansi ini. Dominasi Google sebagai mesin pencari tentu menjadi tantangan para pesaing. Microsoft akan mengoptimalkan dari jumlah pengguna Facebook (sekitar 600 juta) untuk mendongkrak pengguna Bing. Kabar terkini, Google juga tidak tinggal diam, konon Google sedang menjalin aliansi dengan Baidu, mesin pencari China, khusus untuk pencarian dalam bahasa Inggris. Siapakah pemenang dalam peta persaingan mesin pencari? Saya tidak yakin aliansi strategis antara Microsoft dan Facebook serta RIM akan menggeser Google sebagai mesin pencari nomor stu dunia, tapi jika untuk reposisi dan peningkatan jumlah pengguna, mungkin bisa terjadi.

Semester I tahun 2011 akan berakhir tanggal 30 Juni 2011. Jelang semester II, apa lagi yang akan dilakukan Microsoft? Bulan Mei ini, beredar rumor bahwa Microsoft akan membeli RIM, seiring dengan kegagalan Playbook. Pertimbangan lainnya, adalah jumlah pengguna Blackberry. Akusisi bukan pilihan mutlak, kerjasama aliansi strategis seperti dengan Nokia bisa menjadi pilihan Microsoft terhadap RIM. Microsoft dapat menempatkan Bing di gadget Blackberry. Jika kerjasama tersebut berjalan dengan baik, maka akuisisi mungkin akan dipertimbangkan.

Memperhatikan gaya manajemen Microsoft yang tidak terlalu aktif, kemungkinan besar tidak ada akuisisi dengan nilai miliaran USD akan terjadi lagi tahun ini. Akusisi Skype dengan nilai USD 8,5 miliar mungkin yang terkakir di tahun ini, bahkan untuk beberapa tahun ke depan? Aliansi strategis pun telah melibatkan para raksasa digital, Nokia, Facebook dan RIM. Maka, jika berharap Microsoft melakukan aksi korporasi di semester II, yang akan terjadi adalah akuisisi perusahaan kecil dan melakukan aliansi strategis lainnya. Apa lagi Microsoft?

Published in Insight & Analysis
Twitter dikabarkan telah mengakuisisi TweetDeck dan deal transaksi akan diumumkan beberapa hari mendatang dengan nilai akuisisi (estimasi maksimum) sekitar USD 50 juta (setara Rp 430 Miliar, kurs Rp 8618). Nilai tersebut meliputi dana cash dan saham.


Berita akuisisi yang dilansir TechCrunch tersebut, menjawab spekulasi akuisisi TweetDeck yang sebelumnya dikabarkan akan diakuisisi oleh UberMedia. Jika dirunut ke belakang, sekitar bulan Februari lalu UberMedia yang dipimpin Bill Gross dikabarkan tinggal selangkah lagi melakukan deal dengan nilai antara USD 25 juta – USD 30 juta untuk mengakuisisi TweetDeck dan memiliki control sebesar 20 persen atas TweetDeck. Tetapi hal itu tidak terjadi.

Membahas deal factor suatu akuisisi dapat dilihat dari aspek ekosistem bisnis dan aspek pelaku, baik pembeli (Twitter) dan penjual (Tweetdeck) pembeli.Twitter adalah karena Twitter membutuhkan.

Diketahui, UberMedia memiliki pangsa pasar yang besar terkait Twitter. Perusahaan telah mengakuisisi UberTwitter, Echofon dan sejumlah startup terkait Twitter. Jika menambahkan Tweetdeck ke dalam portfolio perusahaan, maka UberMedia memiliki pengaruh dan control yang kuat secara tidak langsung terhadap Twitter. Ekosistem bisnis akan didominasi oleh UberMedia.

Dari sisi pembeli, Twitter melakukan akuisisi TweetDeck bisa dikatakan sebagai langkah defensive dalam menghadapai agresifitas ekspansi UberMedia. Selain itu, tampilan TweetDeck yang terdiri dari lebih dari satu kolom dan fitur-fitur lainnya akan menambah layanan Twitter terkait pengembangan layanan teknologi kepada pengguna. Data dari Sysomos, aplikasi TweetDeck memberikan kontribusi sebesar 42 persen atas traffic Twitter. Jack Dorsey, CEO dan founder Twitter tentu sudah menghitung potensi dan proyeksi bisnis sebelum melakukan deal akuisisi. Secara singkat, Twitter memang membutuhkan TweetDeck, apalagi jika dikaitkan dengan rencana IPO Twitter.

TweetDeck memiliki alasan sederhana terkait akuisisi. Perusahaan berhasil mengembangkan layanan yang dibutuhkan oleh Twitter. Pada akhirnya, TweetDeck memiliki kebebasan untuk memilih tawaran yang paling tinggi dari perusahaan yang berminat untuk mengakuisisi. Pilihan USD 50 juta adalah pilihan tepat dalam konteks bisnis. Karena selain mendapat uang tunai, TweetDeck juga mendapat saham Twitter.

Setelah membahas deal factor dari tiga sisi. Berikutnya adalah tiga nilai apa saja yang terkandung dari akuisisi Twitter terhadap TweetDeck ini.

Akses terhadap "pengguna spesial". Walaupun TweetDeck tidak mempublikasikan jumlah pengguna, tetapi diperkirakan 5 persen pengguna Twitter menggunakan layanan TweetDeck. Dari pengguna layanan TweetDeck tersebut, diperkirakan banyak sebagian besar adalah "pengguna spesial", yaitu para jurnalis, selebritis dan tokoh berpengaruh. Dengan demikian Twitter melihat potensi bisnis jika mengembangkan layanan berbayar (paid service) dari Pengguna Spesial tersebut.
Akses terhadap layanan situs lain. Diketahui, pengguna dapat mengakses beberapa layanan situs melalui TweetDeck dan mempublikasikan secara sekaligus. Twitter melihat bahwa ini adalah suatu kesempatan emas dimana ‘kicauan’ para pengguna dapat dipublikasikan secara bersamaan ke situs lain seperti Facebook, LinkedIn, Google Buzz, Foursquare dan tentunya Twitter itu sendiri.
Pengembangan fitur. Seperti yang dibahas sebelumnya, pengembangan fitur menjadi alasan dari sisi teknologi dalam deal akuisisi ini. Kolom tunggal Twitter akan diintegrasikan dengan multi-kolom yang dimiliki TweetDeck. Pengembangan fitur lainnya adalah terkait pembatasan 140 karakter dalam satu kali tweet. Dengan mengakuisisi TweetDeck maka batasan tersebut akan hilang. Pengguna dapat berkicau dengan lebih dari 140 karakter. Ini merupakan terobosan penting bagi Twitter.

Ian Dodsworth, CEO TweetDeck, tentunya akan menikmati hasil deal akuisisi ini. Kenikmatan sebagai founder startup belum berhenti, karena terkait rencana IPO Twitter maka pria Inggris ini akan kembali menikmati keuntungan berikutnya karena telah memiliki saham Twitter dari deal akuisisi. Congrats Ian for good deal with Twitter!

Note: Thanks if you tweet this article, especially via tweetdeckCool

 

Referensi
Techcrunch: Twitter To Buy TweetDeck For $40 Million – $50 Million
WSJ: Twitter Tries to Widen Appeal to More Users

Published in Insight & Analysis
Monday, 02 May 2011 08:55

Fund Raising in Renewable Energy

During the first quarter 2011 attention of global investor to renewable energy investment increased. Investor saw increasing of world crude oil price during the first quarter 2011 had made uncertainty on oil investment. Furthermore, during 2010 renewable energy corporation succeed on fund raise as one of part exit strategy action.

Overall, fund raise for renewable energy rose in 2010 to US$ 17.4 billion from US$ 14.7 billion in the year prior. Approximately half of the new funds raise came from 36 successful IPOs. World Economic Forum (WEF) data recorded 19 of the IPO in the year were by China-based entities. The United States of America was a distant second with three successful IPOs. There were seven IPOs from Europe, two each in India and Taiwan and one came from Brazil, South Korea, and Thailand.

The most of IPOs came from Asia caused availability ratio of renewable energy in Asia still low and countries in Asia have large renewable energy reserve. Moreover, during 2010 countries in Europe still had debt default problems which made low return in capital market.

Top Public Market Fund Raises

The newest WEF report declared that US$ 4.8 billion or approximately 27.5% of total fund raise during 2010 by ten companies are the most successful in fund raise. This determined is based the highest value of fund raising and time interval of seed financing and fund raising relatively rapid.

Here are ten companies. First, Xinjiang Goldwind Science & Technology Co. Ltd which new equity raising US$ 1.06 billion. Wind power company based in China implemented IPO in Hong Kong Stock Exchange (HKEX).

Second, China Datang Corp Renewable Power Co. Ltd which new equity raise US$ 682 million. Wind power company based in Hong Kong implemented IPO in HKEX.

Third, Renewable Energy Corp ASA which new equity raise US$ 675 million. Solar energy company based in Norway implemented exercise of warrants as fund raise scheme in Oslo Stock Exchange (Oslo Bors).

Fourth, Sanan Optoelectronics Co. Ltd which new equity raise US$ 456 million. Solar energy company based in China implemented Private Investment in Public Equity (PIPE) as fund raise scheme in Shanghai Stock Exchange (SSE).

Fifth, China Suntien Green Energy Corp. Ltd which new equity raise US$ 425 million. Wind power company based in China implemented IPO in HKEK.

Sixth, Shanghai Chaori Solar Energy Science & Technology Co. Ltd which new equity raise US$ 358 million. Solar energy company based in China implemented IPO in Shenzhen Stock Exchange (SZSE).

Seventh, China Ming Yang Wind Power Group Ltd which new equity raise US$ 350 million. Wind power company based in China implemented IPO in New York Stock Exchange (NYSE).

Eighth, Cosan SA Industria e Comercio which new equity raise US$ 302 million. Biofuels company based in Brazil implemented exercise of warrants as fund raising scheme in Sao Paulo Stock Exchange (BOVESPA).

Ninth, China High Speed Transmission Equipment Group Co. Ltd which new equity raise US$ 291 million. Wind power company based in Hong Kong implemented PIPE as fund raising scheme in HKEK.

Tenth, Risen Energy Co. Ltd which new equity raise US$ 280 million. Solar energy company based in China implemented IPO in SZSE.

Successful of fund raise in renewable energy during 2010 couldn’t be separated by Private Equity (PE) and Venture Capital (VC) role. Bloomberg News Energy Finance recorded during 2010 PE and VC invested US$ 8.8 million in renewable energy company when doing fund raise.

Fund Raising Chance in Indonesia?

Successful of fund raise in renewable energy by China companies should be also implemented in Indonesia. Indonesia and China have similar characteristics, such as large population, unfulfilling of availability electricity ratio, large of renewable energy reserve, and increased potential of capital market capitalization.

Moreover, recently as well as future Indonesia will have strong macro economic performance which make renewable energy investment in Indonesia be interested. Based on our calculation,   investment rate of return (IRR) in renewable energy in Indonesia minimum 15 percent per annum. This prognosis should be a base by USA and Europe investor for investing in renewable energy project in Indonesia as new portfolio and will execute IPO as fund raising scheme and exit strategy some years later. This strategy should be executed caused the highest investment return in USA and Europe only four percent per annum.

Published in Insight & Analysis
Contact Information

ext_com  Contact Us

 

Asia Strategic Advisory

Sequis Center Building, 9th Floor

Jl. Jenderal Sudirman Kav 71

Jakarta 12190 - Indonesia

 

PHONE/FAX : +62 21 526 4425