Wednesday, 18 May 2011 09:25

Jelang IPO, Valuasi LinkedIn Naik

Written by  Hari Wijayanto

 

05-18-2011 09:25 AM

Menjelang pelaksanaan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), LinkedIn Corp menaikan kisaran harga penawaran umum perdana. Kenaikan tersebut otomatis menaikan valuasi potensial perusahaan menjadi USD 4 miliar, atau setara dengan Rp 34 triliun.



Diketahui perusahaan secara resmi telah mengajukan penawaran 7.840.000 saham pada harga USD 42 sampai USD 45 per lembar saham kepada US Securities and Exchange Commission hari Selasa 17 Mei 2011. Sebelumnya, perusahaan menawarkan harga saham sebesar USD 32 sampai USD 35 per lembar saham. Seperti yang dilansir oleh Bloomberg.

Dari kisaran harga antara USD 42 sampai dengan USD 45, maka titik tengah harga adalah USD 43.5. Pada harga USD 43.5 valuasi perusahaan LinkedIn adalah USD 4,11 miliar atau sekitar 11x estimasi penjualan tahun ini ( USD 376 juta ). Dengan catatan, perusahaan terus mempertahankan angka penjualan pada tingkat USD 93.9 juta di kuartal pertama tahun ini.

LinkedIn adalah perusahaan social media besar pertama di Amerika Serikat yang pertama kali memanfaatkan pasar publik untuk pendanaan. Perusahaan juga menjadi menjadi yang pertama dalam gelombang IPO perusahaan Internet, diketahui Groupon Inc,dan Facebook Inc juga sedang mempersiapkan rencana IPO.

Tiga investment bank ternama seperti Morgan Stanley (MS), Bank of America Corp (BAC) dan JPMorgan Chase & Co (JPM) memimpin IPO LinkedIn sebagai penjamin emisi efek (underwriter) yang menurut rencana saham perusahaan akan diperdagangkan di lantai bursa dengan kode ticker LNKD.

Dengan kisaran harga USD 42 – 45 maka diperkirakan perusahaan akan mendapat dana dari IPO sekitar USD 329.28 juta – USD 352.8 juta. Bahkan mungkin lebih, apabila underwriter melakukan pembelian atas 1.180.000 lembar saham tambahan sebagai eksekusi overallotment option. Maka, dana IPO akan menjadi USD 405 juta atau setara Rp 3.44 triliun.

Dana yang didapat dari IPO akan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai operasi yang sedang berjalan, mengembangkan usaha, dan melakukan akuisisi dengan membeli perusahaan lain atau membeli teknologi.

Berikut adalah barisan investor yang melakukan exit strategy pada saat IPO dengan akan menjual kepemilikan saham LinkedIn sesuai dengan prospectus IPO, Bain Capital LLC, McGraw-Hill Cos, Goldman Sachs Group Inc (GS) dan founder sekaligus CEO perusahaan, Reid Hoffman. Sedangkan yang tidak akan menjual saham adalah Sequoia Capital, Greylock Mitra dan Bessemer Venture Partners.

Kenaikan valuasi LinkedIn menjadi USD 4 miliar menjelang IPO sungguh fantastis karena pada bulan Januari tahun ini valuasi perusahaan adalah sekitar USD 2 miliar. Berarti perusahaan mengalami kenaikan valuasi sebesar 100 persen dalam waktu 4 bulan. Ini menjadi suatu case study yang sangat menarik bagi perusahaan startup di Indonesia.

Last modified on Monday, 13 June 2011 23:41