Tuesday, 14 September 2010 15:24

Yahoo Tidak Mau Menjual Kembali Saham di Alibaba

Written by  Hari Wijayanto
CEO Yahoo Inc, Carol Bartz secara tegas menjawab pertanyaan dari pendiri Alibaba Group tentang rencana pembelian kembali saham Yahoo sebanyak 39 persen di perusahaan Internet Cina tersebut. Seperti diketahui, Alibaba secara intensif melakukan pendekatan kepada Yahoo tentang pembelian kembali sahamnya. Jawaban Bartz seperti yang dilansir Reuters adalah Yahoo tidak memiliki rencana untuk menjualnya.



Photo credit: Businessweek


Penundaan Yahoo untuk menjual saham di Alibaba menyebabkan saham Yahoo naik lebih dari 4 persen. Alibaba, perusahaan induk dari alibaba.com dan Taobao. Aset Yahoo Asia asset juga meliputi 35 persen saham di Yahoo Jepang. Analis BCG, Colin Gillis berpendapat tentang jawaban Bartz yang merobohkan spekulasi dan saham Yahoo terus meningkat. "Ini menyoroti fakta bahwa Alibaba ingin kembali tonggak, hal tersebut positif, menunjukan anda punya pembeli."

Bartz mengambil alih jabatan tertinggi di Yahoo pada Januari 2009 dari co-founder Jerry Yang, yang masa jabatannya ditandai dengan penolakan Yahoo atas tawaran akusisi dari Microsoft senilai USD 47,5 miliar. Pada bulan Juli 2009, Bartz menandatangani kemitraan pencarian dengan Microsoft untuk periode 10 tahun. Kesepakatan itu menggeser Yahoo biaya pekerjaan pengindeksan back-end Web dari Yahoo ke Microsoft. Disisi lain, kolaborasi Yahoo dan Microsoft adalah untuk menghadapi pesaing kuat Yahoo, yaitu Google.


Carol Bartz, CEO Yahoo Inc. Photo credit: Adweek


Bartz mengatakan bahwa transisi dari sistem pencarian Internet perusahaan iklan dengan teknologi Microsoft Corp akan selesai pada akhir Oktober.
Iklan versi mobile, meskipun merupakan pasar yang baru lahir, telah menjadi medan pertempuran berikutnya antara Yahoo dengan Google dan Apple. Kebijakan Yahoo untuk mempertahankan Alibaba dan sinergi antara Yahoo dan Microsoft merupakan upaya strategis Yahoo dalam menghadapi perang iklan versi mobile.